CALENDAR of EVENTS
Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2020
1 - 31 Oktober 2020
NO
PENYELENGGARA
TEMA
TANGGAL
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas
Brawijaya
Zoominar Peran BNPB dan Akademisi dalam Penguatan Ketangguhan Keluarga dalam
menghadapi bencana alam di masa Pandemic Covid-19
2
PMI Pusat
Webinar Penerapan Forecastnased Action (FbA) dalam pengurangan dampak banjir
3
Webinar Pengurangan Resiko Bencana gempabumi Melalui Retrofiting
4
Webinar Pembelajaran Penguatan Respon Covid-19 berbasis Masyrakat
5
Wonderlust Kerjasama dengan U-INSPIRE, Inageo, CEST
PPBM ITB, BNPB, LIPI
Virtual Expedition Sesar Lembang Vol. 4
6
UPN Veteran Yogyakarta
Sosialisasi Kampus Tangguh Covid
7
Deklarasi Kampus Siaga Covid-19
8
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA MANGGALA
GARUDA PUTIH
Talkshow : Pemanfaatan Lahan Tidak Produktif dalam Rangka Mitigasi Bencana dan
Ketahanan Pangan
9
MDMC
Lomba Vlog & Cerita Ketangguhan Komunitas dalam Menghadapi Covid 19
10
SS Satuan Pendidikan Aman Bencana Berbasis Qobilah
11
SS Mitigasi Bencana Covid 19 bagi Perguruan Tinggi
12
SS Rumah Sakit Aman Covid
13
SS Jamaah Tangguh Bencana Covid 19
14
SS Praktik Baik PRB saat Respon , Pemulihan & Mitigasi Pasca : Gempa Sulteng, Lombok,
Selat Sunda
15
Jambore Relawan Muhammadiyah Online (Puncak Bulan PRB Nas MDMC)
16
Konsorsium Radar Tangguh
Aksi Radio Komunitas untuk Pengurangan Risiko Bencana
17
U-INSPIRE Indonesia
Xperience 8.0 Long Live Blue Water
18
LPBI NU Kota Kediri
Pendataan warga terdampak covid-19 berbasis GIS
19
LPBI NU
Masyarakat Melawan COVID-19; Belajar Penanganan COVID-19 dari Daerah
20
Senkom Mitra Polri - Senkom Rescue
Seminar Peran Senkom dalam Penanggulangan Bencana
21
BPBD Kab Sumedang x Sky Volunteer
FGD 1 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kab. Sumedang
22
FGD 2 & Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kab Sumedang
23
Yayasan RedR Indonesia
SEMINAR PEMBELAJARAN PEMUTAKHIRAN RENCANA KONTINGENSI ERUPSI
GUNUNGAPI MERAPI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2020
24
Teknik Geologi ITB 2019
Mengupas Tuntas Bencana Geoteknik Serta Manajemennya di Era Pandemi Covid-19
25
Forum PRB Sumatera Barat
Refleksi 11 tahun gempa 30 September 2009 dan 10 tahun tsunami Mentawai dalam Bingkai
Pengurangan Risiko Bencana
26
Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling
Universitas Negeri Yogyakarta
International Virtual Seminar
27
Forum PRB Kota Bogor
Webinar Rumah Aman Bencana Covid: Berbasis Partisipasi Keluarga dan Solidaritas Warga
(Komunitas)
28
Plan Indonesia
Lomba nasional: cerita pendek kesiapsiagaan bencana
29
Talkshow: anak muda beraksi dalam PRB di Jakarta, NTB, NTT dan Sulawesi Tenggara
30
Webinar: Aksi daerah dalam respon pandemi covid-19 yang berpusat pada anak di 3
provinsi (NTT, NTB, Sulawesi Tenggara)
31
CEST PPMB ITB & BAPPENAS, kerjasama dengan BNPB -
EERI - PEMDA KOTA PALU - FPT-PRB - U-INSPIRE
EQ-TALK: Unique Challenges on Build Back Better for community resilience after the Palu
Earthquake
32
Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Sebelas Maret
Diskusi Online #7 "Peran Perguruan Tinggi dalam Pengurangan Risiko Bencana di
Indonesia""
33
DMII - Aksi Cepat Tanggap
WEBINAR "Meneropong Ancaman Megathrust Selatan Jawa dan Bagaimana Upaya
Mitigasinya"
34
SRPB Jawa Timur
Arisan Ilmu Nol Rupiah : Peran Organisasi Relawan di Jatim dalam Pendampingan Destana
35
DRRC Universitas Indonesia
"A new approach for disaster risk management after COVID 19" A webinar series by APRU
MH program, Universitas Indonesia, and CBRNe-Natech Asian Disaster Risk Initiative
(Session 2)
36
Komisi Pengabdian Masyarakat Kwarnas Gerakan Pramuka
Strategi Percepatan Penerapan SPAB Berbasis Gugus Depan
37
Sinergitas Pramuka Peduli dengan Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Non Pemerintah
dalam Penanggulangan Bencana
38
Pembelajaran Partisipasi Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana dalam Penananganan
Darurat Bencana Banjir di Luwu Utara
39
Rembuk Nasional Fasilitator SPAB Gudep
Keterangan
Daring/ Online
Luring/ Offline

 

11 Oktober 2020

1.057/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/X/2020

Hadapi Fenomena La Nina, BNPB Rekomendasikan Hal Berikut Ini*

 

JAKARTA – Fenomena La Nina yang dihadapi Indonesia saat ini dapat berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan kesiapsiagaan tidak hanya pada tingkat provinsi tetapi hingga tingkat kecamatan, kelurahan atau desa dan bahkan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan saat melakukan diskusi menyikapi fenomena La Lina melalui media virtual pada Minggu (11/10). Lilik mengatakan, kesiapsiagaan harus dilakukan di setiap tingkat. Ia menegaskan bahwa camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan beberapa hal berikut,

Lilik meminta, pastikan tempat evakuasi sementara dapat digunakan, setiap daerah rawan bencana miliki tempat evakuasi sementara. Pihaknya meminta aparat desa untuk mengidentifikasi bangunan aman yang dapat digunakan sebagai shelter sementara, seperti rumah warga, kantor desa atau pun sekolah. Ia mengatakan,”Jangan sampai tempat evakuasi menjadi kluster baru Covid-19.”

“Identifikasi rumah aman yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi sementara,” ujar Lilik, Minggu (11/10).

Kedua, pastikan masyarakat yang terpapar mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan. Ia mengingatkan protokol Kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Apabila saat evakuasi tidak dimungkinkan untuk menerapkan protokol Kesehatan, dengan pertimbangan keselamatan, selanjutnya protokol harus diterapkan dengan ketat.

Beberapa kanal informasi dapat diakses oleh aparat kecamatan, kelurahan dan desa, bahkan di tingkat keluarga dengan beberapa kanal, seperti teknologi informasi dari BNPB dan BMKG. BNPB memiliki InaRISK dan juga Katalog Desa Rawa Bencana yang dapat diakses semua pihak, kemudian BMKG memiliki aplikasi Info BMKG yang dapat menginformasikan kondisi cuaca hingga tingkat kecamatan.

Terakhir, masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa dapat melakukan simulasi mandiri sesuai rencana kontinjensi yang sudah dibuat. Ini tentunya dibantu oleh BPBD kabupaten maupun kota setempat.

Pada kesempatan itu, Lilik juga mengimbau setiap keluarga untuk mengidentifikasi risiko bencana yang ada di sekitar. Kesiapsiagaan sejak dini dibutuhkan untuk memastikan tidak adanya korban jiwa apabila terjadi peristiwa ekstrem. Diskusikan dengan anggota keluarga maupun komunitas di masyarakat terkait dengan potensi ancaman bahaya yang ada di sekitar sehingga risiko bencana dapat dihindari.

Di samping kesiapsiagaan di tingkat administrasi desa dan kelurahan, Lilik menyampaikan langkah-langkah yang harus disiapkan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

BNPB telah meminta pihak BPBD kabupaten dan kota untuk melakukan beberapa langkah strategi.

Pertama, rapat koordinasi kesipasiagaan menghadapi La Nina. Beberapa hal yang diharapkan untuk dibahas yaitu mengenai sosialisasi daerah rawan bencana, memastikan camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan kesiapsiagaan di daerah masing-masing, memastikan organisasi perangkat daerah mempersiapkan sumber daya dalam kesiapsiagaan serta operasional pusat pengendali operasi (pusdalops) di BPBD.

Kedua, pihak BPBD dan instansi terkaut melakukan simulasi field training exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada. Lilik tidak lupa menyampaikan rencana tersebut juga perlu memasukkan konteks ancaman bahaya lain, seperti Covid-19.

Ketiga, menghimpun dukungan sumber daya, khususnya sukarelawan dan dukungan lain.

Keempat, Susur sungai yang bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya.

Kelima, menetapkan tempat evakuasi berbasis protokol Kesehatan.

Demikin juga pada kesiapsiagaan di tingkat provinsi, Lilik meminta BPBD di tingkat provinsi untuk melakukan rapat koordinasi, khususnya menghadapi La Nina. Ia meminta seluruh pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh bupati dan walikota untuk melakukan kesiapsiagaan di setiap daerah.

“Memastikan seluruh organisasi perangkat daerah provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan,” pesan Lilik.

Kemudian, BPBD dan mitra terkait melakukan simulasi table top exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang sudah disiapkan serta menghimpun sukarelawan dan dukungan lain di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, beberapa provinsi di Indonesia sudah memasuki musim hujan dan perlu mewaspadai hujan di atas normal. Ia menyampaikan bahwa dampak intensitas  curah hujan di atas normal yang dipengaruhi fenomena La Nina tidak sama di setiap wilayah.

 

Dr. Raditya Jati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB